Senin, 07 Mei 2018

5 Tragedi Memilukan Saat Perayaan Kelulusan Sekolah

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Perayaan kelulusan sekolah anak-anak SMA/SMK tampaknya sudah menjadi tradisi di Indonesia. Konvoi di jalanan dengan pakaian seragam yang sudah dicorat-caret menggunakan cat pilox, para siswa-siswi SMA/SMK ini tampaknya sangat bahagia karena telah menyelesaikan pendidikan mereka di sekolah.

Namun, seperti biasanya ada saja hal yang mewarnai perayaan kelulusan itu mulai dari hal yang konyol, lucu, tapi ada juga hal tragis dan memilukan di sela perayaan kelulusan mereka.

Dan berikut ini adalah 5 tragedi memilukan saat perayaan sekolah di Indonesia, seperti yang dihimpun dari Tribun Jabar.

Kecelakaan Beruntun


Seperti perayaan kelulusan biasanya,sSejumlah siswa SMK swasta di Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah, menggelar konvoi dan arak-arakan sepeda motor pascakelulusan.

Namun, saat perayaan tersebut terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan empat siswa. Tiga korban adalah laki-laki dan satu lainnya perempuan. Menurut Kapolsek Bojongsari, AKP Triaryo Irianto, kronologisnya bermula saat para siswa yang arak-akan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Kemudian, satu kedaraan mengerem mendadak dan membuat pengendara di belakangnya terkejut. Alhasil, kecelakaan berentunpun tak bisa dihindarkan dan para korban bergelimpangan di atas aspal.

Untung saja para korban tidak mengalami cedera serius. Mereka langsung dilarikan ke puskesmas terdekat. Keempat korban hanya bisa menangis dan menyesali kecerobohan mereka.

Sepeda Motor Terbakar


Sepeda Motor Terbakar

Tragedi ini terjadi pada tahun 2017 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Beredar sebuah video yang memperlihatkan sebuah sepeda motor merek Yamaha RX King terbakar di tengah jalan.

Namun tidak diketahui apakah pelajar yang motornya terbakar itu adalah siswa SMA atau SMK. Hal yang pasti adalah mereka mengenakan seragam putih abu dengan penuh coretan pascakelulusan.

Tawuran Berdarah


Tawuran Berdarah

Terjadi tawuran yang melibatkan seratusan pelajar di Klaten, Jawa Tengah, pasca perayaan kelulusan, Selasa (2/5/2018). Tidak tanggung-tanggung, pascakejadian, 113 pelajar diamankan polisi. Sebanya 11 di antaranya merupakan pelajar lain dari Yogyakarta.

Para siswa tersebut ternyata membawa benda tajam saat terjadinya keributan. Tawuran tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan di beberapa tempat. Di antaranya sebuah warnet dan tambal ban. Tidak hanya itu, sedikitnya rida siswa mendapat luka bacok.

Nyawa Melayang


Nyawa Melayang

Insiden perayaan kelulusan satu ini begitu parah hingga menyebabkan dua korban jiwa.

Gusti Bagus Yulianto mulanya berkonvoi bersama puluhan siswa yang mengendari sepeda motor, mayoritas berboncengan laki-laki dan perempuan.

Ia dan kawan-kawannya melintasi Jalan Taya Bangsri-Plaosan secara ugal-ugalan dibarengi aksi jumping kendaraan.

Hal yang terjadi kemudian, Gusti bertabrakan dengan Paiman yang mengendarai sepeda motor matik.

Akibat insiden tersebut, tidak hanya Gusti yang meninggal dunia, tapi juga Paiman.

"Yang naik motor matik berjalan pelan dan sudah ditepi jalan, anak sekolah yang konvoi itu berjalan disisi kanan dengan kecepatan tinggi. Makanya saat tabrakan terjadi, motornya sampai nabrak pohon setelah menabrak motor petani," kata Wawan Jibus, penambal yang lapaknya tepat didepan tempat kejadian perkara (TKP) kepada Surya, Rabu (3/5-2017).

Disiram Ibu-ibu Pakai Air Cucian Piring



Kejadian ini terjadi di Madiun, saat segerombol siswa SMA dan SMK beramai-ramai memenuhi jalan raya karena konvoi kelulusan.

Suara knalpot yang bising, kemacetan yang ditimbulkan, dan bunyi klakson yang nyaring bisa mengganggu warga setempat.

Sekelompok ibu-ibu merasa terganggu dengan aksi para siswa SMA/SMK tersebut, karena konvoi tersebut juga diwarnai dengan teriakan siswa yang bikin enggak nyaman.

Akhirnya ibu-ibu tersebut menyiram para siswa yang sedang konvoi dengan air bekas cucian piring.

Author Profile